PROGRAM KERJA KKMI KEMBANGBAHU

 

PROGRAM KERJA KKMI

PROFILE

PENDAHULUAN

 Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga sampai sekarang ini kita masih diberi kenikmatan, terutama kenikmatan iman dan Islam. Kita pun patut bersyukur kepada-Nya karena sampai saat ini kita masih diberikan semangat dan kesempatan untuk melakukan ibadah kepada-Nya melalui kegiatan pendidikan. Kita semua berharap semoga apa yang kita lakukan ini kelak akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT.

Shalawat dan salam tak henti-hentinya kita panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang telah mewariskan kepada kita agama Islam yang di dalamnya berisikan petunjuk kebenaran hidup yang bersumber dari Allah SWT. Dengan petunjuk itulah kita mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak bermanfaat.

Selanjutnya kita pun harus selalu berdoa kepada Allah agar ibadah kita kepada-Nya melalui kegiatan pendidikan (khususnya melalui kegiatan KKM) ini senantiasa mendapatkan bimbingan dari-Nya, sehingga visi, misi, strategi, tujuan, dan program kerja yang kita rumuskan bisa terlaksana dengan baik dan mampu mengantarkan anak didik menjadi insan-insan yang berguna bagi dirinya sendiri, bagi masyarakat, bangsa, Negara, dan agama.

Kita semua memahami bahwa mendidikan anak-anak bangsa ini bukanlah perkara yang mudah, karena anak-anak bangsa yang kita didik adalah makhluk hidup yang sangat rentan dengan berbagai pengaruh. Terlebih di era modern seperti sekarang ini, pengaruh tersebut begitu sangat kompleks dan dinamis. Oleh karena itu diperlukan upaya yang sungguh-sungguh. Hal itu ditunjukkan dengan adanya manajemen yang jelas yang berorientasi kepada peningkatan mutu pendidikan. Upaya untuk mewujudkan mana-jemen yang demikian dalam konteks pengelolaan madrasah sung-guh tidak mudah, karena madrasah dihadapkan kepada beragam problematika, diantaranya adalah problem kualitas row input, kualitas SDM para pendidik, pencitraan masyarakat terhadap mad-rasah, sarana dan prasarana, kurangnya jaringan, dan sebagainya.

Kita bersyukur kepada bahwa Allah masih berkenan memberikan kepada kita problematika. Mengapa demikian? Karena dengan problem tersebut hidup kita menjadi bermakna, yaitu memecahkan problem tersebut. Coba kita bayangkan seandainya kita tidak diberikan problem, mungkin kita sendiri bingung apa yang bisa kita lakukan. Problem juga menjadikan kita cerdas. Melalui problem itu kita kemudian dituntut untuk belajar dan terus belajar. Di sinilah kita diasah dan diuji sejauh manakah kecerdasan, keuletan, dan juga kualitas hidup kita. Pilihan kita yang benar adalah bahwa kita perlu mengembangkan kecerdasan dan keuletan sehingga kualitas hidup menjadi baik.

Terdapat pepatah bijak yang mengatakan bahwa sesungguh dalam kaitannya dengan problematika tersebut yang terpenting adalah bagaimana kemampuan kita memanaj problem tersebut, karena problem itu sendiri sepanjang kita masih hidup di dunia akan selalu ada. Di sinilah diperlukan kecerdasan untuk mendefinisikan problem, memetakkannya, dan menemukan berbagai pemecahan kreatif. Untuk itulah diperlukan upaya bersama dan kerjasama untuk memikirkannya. Sebab berpikir bersama tentu akan jauh lebih baik, lebih efektif, dan lebih optimal dibandingkan dengan berpikir sendirian.

Sebagai bahan untuk melakukan diskusi, berikut akan disajikan draft berupa sistematika program KKM Kec. Gempoluntuk tahu ajaran 2007-2012. Sistematika program tersebut adalah sebagai berikut:

1.      Analisis SWOT

2.      Visi, misi, strategi, dan tujuan

3.      Program Kerja

4.      Organisasi

ANALISIS SWOT

 Kekuatan (Strenght)

Terdapat sejumlah kekuatan yang bisa dijadikan sebagai modal untuk memajukan anak-anak didik kita ke depan.

1.      Agama Islam. Ini adalah kekuatan utama kita. Karena kita beragama Islam inilah kita kemudian bisa menemukan sumber makna hidup, termasuk makna dari keberadaan kita dalam mengelola KKM. Karena kita beragama Islam kita bisa mene-mukan keimanan, mendapatkan petunjuk hidup dari al-Qur’an, dan mendapatkan kepastian hidup akan ke mana hidup kita nanti. Kita harus bangga dengan kenyataan ini. Dan kita berharap hal ini menjadi sumber makna dan sumber inspirasi dalam membangun dan memajukan KKM ini ke depan.

2.      Organisasi KKM adalah organisasi yang seluruhnya adalah para pendidik, lahir dari orang-orang yang terdidik, dan memiliki tugas untuk mendidik. Spirit pendidikan ini juga merupakan kekuatan yang harus kita syukuri dan harus kita hayati. Insya Alah sepanjang semangat pendidikan ini masih hidup di dalam hati kita, maka semangat untuk terus berpikir dan berkarya ini akan terus membara.

3.      Kepercayaan, kesamaan persepsi, kerjasama, dan kema-uan untuk selalu menjadi lebih baik. Ini adalah kekuatan mental-spiritual yang juga harus kita syukuri. Alhamdulillah selama beberapa tahun terakhir, dengan sikap saling percaya kita terus berupaya untuk menyamakan persepsi, sehingga apa yang ada di dalam benak pikiran kita tidak bercabang ke mana-mana. Kita pun terus mengembang-kan kerjasama untuk terus mencapai kondisi yang selalu lebih baik.

4.      Kemudahan komunikasi dan koordinasi. Dengan kemajuan teknologi komunikasi ditambah dengan kemudahan transportasi dan juga letak antara madrasah yang satu dengan yang lain yang tidak terlalu berjauhan, maka jalinan komunikasi dan koordinasi menjadi sangat mudah. Ini adalah kekuatan yang bisa mengefektifkan pengelolaan organisasi KKM.

5.      Sarana dan prasarana pendidikan. KKM Kec. Gempol memiliki 19 gedung yang semuanya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.

6.      Jumlah siswa dan guru. Jumlah siswa KKM Kec. Gempol kurang lebih 3 200 siswa. Sedangkan jumlah gurunya kurang lebih 250 guru. Ini adalah potensi sumberdaya yang akan sangat dahsyat jika dimenaj dengan baik.

Kelemahan (weakness)

Selain memiliki sejumlah kekuatan, KKM Kec. Gempol juga memiliki sejumlah kelemahan yang perlu untuk diatasi.

1.      Belum memiliki visi, misi, dan strategi yang “menggigit” yang secara sungguh-sungguh diperjuangkan untuk diwu-judkan. Kita belum memiliki ide-ide besar yang menjadi ide bersama dan perjuangan bersama yang menggerakkan secara serius langkah dan gerak organisasi.

2.      Belum memiliki program-program unggulan yang menjadi kebanggaan bersama. Program unggulan yang dimaksud ada-lah program yang secara signifikan mampu mendongkrak sum-berdaya, sumberdana, dan sumber pencitraan yang positif.

3.      Belum memiliki jaringan yang secara efektif bisa membantu pengembangan sumberdaya, sumberdana, dan sumber penci-traan.

4.      Kemampuan pendanaan masih terbatas. Hal ini karena selama ini kita masih mengandalkan sumberdana konvensional, yaitu siswa. Kita belum mencoba untuk mencari sumber-sumber pendanaan alternatif. Keterbatasan dana ini kemudian memba-tasi adanya program-program pembi-naan guru dan siswa.

5.      Pemberdayaan KKG belum dilakukan secara optimal, khusus-nya KKG mata pelajaran UN. Akibatnya ketika datang UN pada umumnya kita selalu masih merasa belum atau bahkan tidak siap.

6.      Belum memiliki kultur madrasah yang secara efektif mampu membudayakan dan menanamkan nilai-nilai Islam bagi civitas madrasah.

Peluang (opportunity)

Cukup banyak peluang yang dimanfaatkan untuk memajukan KKM ataupun memajukan madrasah pada umumnya.

1.      Pola kehidupan masyarakat Gempol yang bercorak modern menjadikan masyarakat haus dan rindu akan lembaga pendidikan yang menanamkan nilai-nilai keagamaan. Ini adalah peluang yang bisa dimanfaatkan. Persoalannya adalah apakah bagaimana masyarakat tertarik dan percaya kepada madrasah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

2.      Kec. Gempol telah berkembang menjadi masyarakat industri dan dagang. Jika hal ini kita tangkap dan dengan sedikit kebera-nian, kesungguhan, dan kematangan, maka bisa menjadi pelu-ang yang besar untuk mendapatkan dana alternative.

3.      Di sekitar Kec. Gempol juga banyak terdapat TK dan RA. Kita bisa mengadakan berbagai kegiatan untuk mereka dalam rangka mengkampanyekan madrasah.

4.      Adanya PHBI dan PHBN juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk mengkampanyekan madrasah dengan cara membantu mengisi acara dalam kegiatan tersebut.

Tantangan (Strengten)

1.      Ada fenomena “Islamisasi” sekolah, yaitu dengan menam-bahkan program-program keagamaan. Ini artinya bahwa sekolah sudah mulai “mengambil alih” program madrasah. Dengan demikian tidak ada lagi ciri khas madrasah Ini. Kalu begitu tidak ada bedanya sekolah dan madrasah. Oleh karena itu madrasah harus memperkuat cirri khasnya dalam membe-rikan pembinaan keagamaan kepada murid.

2.      Kalau saja kebijakan Kab. Pasuruan kurang melibatkan madra-sah, terutama dalam pemberian Pelatihan SDM untuk guru yang komprehensif, maka ini juga menjadi ancaman akan adanya peminggiran madrasah.

3.      Kehidupan masyarakat industri dan perdagangan bagi masya-rakat Kec. Gempol, selain memberikan peluang “dakwah” juga justru menjadi ancaman yang akan mereduksi keberadaan madrasah jika madrasah tidak mampu memberikan santunan dakwah sesuai dengan karakter masyarakat industri dan perdagangan. Dakwah dengan cara konservatif dan statis bisa akan membawa implikasi yang kontraproduktif.

4.      Bermunculannya berbagai kompetisi di sekitar Kec. Gempol, selain bisa menjadi peluang untuk mempromosikan madrasah juga bisa menjadi “pelecehan” madrasah jika madrasah tidak mampu untuk bersaing. Oleh karena itu diperlukan kesungguhan dalam membina SDM madrasah.

VISI, MISI, STRATEGI, DAN TUJUAN

Dengan memperhatikan Analisis SWOT di atas, bisa dirumuskan visi, misi, strategi, dan tujuan KKM Kec. Gempol. Sebelumnya kita sudah memiliki itu semua, akan tetapi dengan melihat berbagai perubahan dan apa yang sudah dilakukan selama ini, sudah seharusnya dilakukan perbaikan-perbaikan. Prinsip untuk merumus-kan itu semua adalah menggunakan dan memaksimalkan kekuatan, meminimalkan bahkan kalau perlu menghilangkan kelemahan, memanfaatkan peluang, dan juga menghadapi tantangan secara elegan.

Menurut Tirtamihardja, sebagaimana yang dikutip oleh M. Alfian, misi yang baik harus setidak-tidaknya memiliki lima kriteria. (1) Specific, ada sasaran dan target yang jelas sehingga dapat diperasionalisasikan. (2) Measurable (terukur), maksudnya harus ada batas-batas yang jelas. (3) attainable, yaitu harus dirumuskan dengan memperhatikan sumberdaya yang dimiliki. (4) Realistik, tidak dapat diwujudkan secara instant, dan (5) tangible, harus nyata dan diperlukan kesabaran untuk mewujudkannya.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, maka visi, misi, strategi, dan tujuan KKM Kec. Gempol dapat dirumuskan sebagai berikut.

1.     Visi

Madrasah yang kreatif dan berprestasi

2.     Misi

  1. Membudayakan kreativitas
  2. Mengembangkan prestasi

Jika visi dan misi tersebut dianalisis, maka akan bisa dijelas-kan sebagai berikut.

a.      Kekuatan.  Visi dan misi tersebut sederhana tetapi memiliki makna yang dalam. Kita menginginkan guru dan siswa madra-sah adalah orang-orang yang kreatif dan berprestasi. Kreatif mengindikasikan bahwa guru dan siswa madrasah adalah orang-orang yang suka belajar, cerdas, dan terbuka terhadap hal-hal yang baru. Berprestasi berarti bahwa guru dan siswa madrasah adalah orang-orang yang ulet, pekerja keras, dan suka tantangan. Inilah spirit dari sang juara atau orang meraih prestasi. Kita juga menginginkan guru dan siswa madrasah adalah orang-orang yang berkarakter Islami Aswaja. Ini berarti bahwa mereka paham betul tentang Islam, menjiwai Islam Aswaja , dan meman-carkan nilai-nilai Islam Aswaja dalam kehidupan sehari-hari.

b.      Kelemahan. Visi dan misi tersebut agak sulit diukur secara  kuantitatif. Kita sulit mengukur kreativitas, prestasi, dan Islami. Paling-paling kita bisa mengamati dari gejala-gejalanya.

c.      Peluang. Dengan dukungan kekuatan yang ada, peluang untuk mewujudkan visi dan misi tersebut sangat bisa untuk diwujud-kan. Guru dan siswa madrasah jika diberikan peluang dan dimotivasi, niscaya akan berkembang kreativitasnya, berpres-tasi, dan Islami.

d.      Tantangan. Tantangannya adalah pengurus KKM bisa meng-atasi kelemahan-kelemahan yang ada serta secara elegan menyikapi secara elegan persoalan-persoalan eksternal yang menghambat kreativitas dan prestasi guru dan siswa.

Selanjutnya ketercapaian visi dan misi di atas, betapapun tidak bisa diukur secara kuantitatif, bisa dilihat dari beberapa indikator sebagai berikut:

a.      Guru dapat membuat dan mengembangkan media dan alat  pembelajaran secara kreatif.

b.      Guru dapat merancang atau mendisain program-program   pembelajaran aktif.

c.      Guru menguasai (bahkan kalau perlu menemukan) berbagai metode  atau strategi pembelajaran aktif (active learning)

d.      Guru dapat terus-menerus mengembangkan dan menyem-purkan LKS  sehingga akan terwujud LKS yang ideal.

e.      Guru dapat menjuarai berbagai lomba atau kompetisi tentang keguruan di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

f.        Guru bisa menjadi teladan bagi siswa dalam mengembangkan nilai- nilai Islam Aswaja

g.      Siswa menguasai berbagai strategi belajar efektif, kreatif, dan menyenangkan.

h.      Siswa dapat meraih prestasi lomba tingkat kecamatan, kabu-paten, provinsi, maupun tingkat nasional.

3.     Strategi

Untuk mewujudkan visi dan misi di atas, terdapat sejumlah strategi yang bisa dilakukan, yaitu:

a.      Memperbanyak pembinaan, pelatihan, dan ajang kreativitas guru dan siswa, baik dalam bentuk seminar, diskusi, kompe-tisi dan semacamnya.

b.      Mengaktifkan KKG baik di tingkat satuan madrasah maupun di tingkat KKM.

c.      Membangun jaringan dengan berbagai pihak yang mendu-kung dan memiliki visi dan misi yang sama.

e.      Menggali dan mengembangkan sumber-sumber potensi dana, baik  intern maupun ekstern.

f.        Memperbanyak kegiatan lomba atau kompetisi untuk meningkatkan  prestasi.

4.     Tujuan

Terwujudnya KKM yang mendorong madrasah yang kreatif dan  berprestasi

5.     Moto

Bersama kita berprestasi

KEBIJAKAN KKM

yang dimaksud dengan kebijakan KKM adalah aturan atau kese-pakatan yang disepakati oleh seluruh anggota KKM melalui forum musyawarah KKM. Aturan atau kesepakatan tersebut dibuat dengan maksud sebagai pedoman pelaksanaan program dan juga pedoman perilaku berorganisasi. Oleh karena itu kebijakan KKM bersifat mengikat bagi seluruh pengurus dan anggota KKM. Bagi yang melanggar kebijakan KKM akan dikenakan sanksi yang ditetapkan oleh pengurus melalui rapat KKM.

Kebijakan KKM tahun 2007 – 2012 adalah sebagai berikut:

1.      Seluruh keuangan KKM dipusatkan di bendahara dan disimpan di bank  yang nomor rekeningnya ditandatangani oleh ketua dan bendahara KKM.

2.      Setiap pengeluaran dana harus ada bukti-bukti pengeluaran yang diketahui ketua dan bendahara.

3.      Untuk lebih saling mengenal dan menjalin ukhuwah antar anggota  KKM, rapat-rapat dan kegiatan lainnya tidak hanya dipusatkan di MIN Bulusari, tetapi harus ada pemera-taan di madrasah lain

4.      Guna mendanai setiap kegiatan PHBI, PHBN dan Pramukan maka perlu diadakan iuran wajib Pramuka Rp. 200,-/ murid

6.      Untuk menjaga pengelolaan keuangan yang sehat, maka agenda  Raker 2008 selain melaporkan kegiatan juga melapor-kan pengelolaan keuangan.

7.      Diberikan biaya operasional bulanan bagi sekretaris KKM yang besarnya ditentukan berdasarkan musyawarah

8.      Harus disediakan dana transportasi bagi petugas yang meng-antar berkas-berkas administrasi kepada anggota KKM

9.      Ketika kegiatan rapat dialokasikan dana transport bagi pemban-tu  umum/pelaksana kegiatan.

10.  Diadakan evaluasi pelaksanaan kegiatan setiap akhir semester.

11.  Diadakan rapat evaluasi kegiatan setiap akhir tahun ajaran dan diadakan Musyawarah KKM setiap lima tahun sekali yang di dalamnya  diadakan laporan pertanggungjawaban pengurus dan  Pemilihan/pembaruan struktur pengurus KKM yang baru.

12.  Jika terdapat anggota KKM dari kepala MI swasta yang sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala madrasah, maka posisi keanggotaannya  secara otomatis digantikan oleh kepala madra-sah yang baru.

13.  Pembuatan LJK disamakan dengan LJK UN..

17.  Dialokasikan dana sosial bagi anggota KKM dan para Pembina.

18.  Bagi anggota KKM yang melanggar komitmen yang sudah disepakati  ybs akan diberikan sanksi yang akan ditentukan kemudian.

19.  Perlu dilakukan sosialisasi hasil-hasil Raker kepada seluruh pengurus   yayasan.

20.  Ke depan perlu dilakukan revisi LKS untuk meningkatkan mutu.

21.  Buku dialog bahasa Arab dan Inggris akan dicetak dengan jumlah  sesuai pesanan.

 STRUKTUR

Program-program kerja KKM yang dijelaskan di atas harus didukung oleh sumberdaya yang terorganisasi. Oleh karena itu diperlukan adanya struktur organisasi KKM yang sesuai dengan kebutuhan dan pemenuhan program kerja tersebut. Selanjutnya juga harus ditetapkan job description atau pembagian tugas dan wewenang dari pengurus organisasi yang ada, sehingga akan terjadi pengaturan pelaksana program secara tertib dan teratur dan menghindari pengulangan dan ketumpantindihan. Yang juga penting untuk ditetapkan adalah masa jabatan dan mekanisme pemilihan pengurus. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari konflik yang tidak perlu berkaitan dengan penetapan pengurus KKM.

 A.    Struktur Organisasi

Ketua                                      :           Drs. Pardi, M.PdI

Wakil Ketua                            :           H. Munir, A.Ma, S.H                                                        Sekretaris                             :           M. Taufik Hidayat, S.E,S.Pd

Wakil Sekretaris                      :           Imam Ghozali, S.PdI

Bendahara                               :           Siti  Murthosiyah, S.Ag, MM

Wakil Bendahara                    :           Istinsyaroh, S.Ag

Bidang-Bidang

1.     Bidang Keagamaan, PHBI, dan PHBN

Drs. H. Wasis Al Wahyi

Dra. Firdausil Jannah

Mohammad Kholil Nafi, S.PdI

Saifudin Zuhri, S.PdI

Muhammad Abas, S.PdI

2.     Bidang Olahraga dan Pramuka

Sulaiman Usman, A.Ma

Nur Alim, S.PdI

Eko Wahyudi, S.Pd

Mohammad Afif, S.PdI

M. Zaenal Abidin, S.Pd

3.      Bidang Seni Budaya dan IPTEK

Dra. Hj. Nurul Janatin

Masrul, S.Pd

Siti Suwaibatul Ningsih, S.Ag

H. Abd Kholik, S.Ag

B.    Job Description

  1. Ketua

a.      Bertanggujawab terhadap maju mundurnya KKM

b.      Memimpin rapat-rapat KKM

c.      Mewakili KKM untuk berurusan dengan pihak-pihak luar

d.      Menandatangani surat-surat KKM

e.      Mengambil kebijakan KKM berdasarkan musyawarah

f.        Menyampaikan LPJdalam musyawarah KKM

  1. Wakil Ketua

a.      Mewakili tugas dan wewenang ketua jika ketua berha-langan atau

mewakilkan

b.      Membantu ketua dalam melaksanakan tugas-tugasnya

  1. Sekretaris

a.      Bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan kesekre-tariatan KKM

b.      Bersama-sama dengan ketua memimpin rapat-rapat KKM

c.      Bersama-sama dengan ketua menandatangani surat-surat KKM

d.      Membuat LPJ yang akan disampaikan dalam musya-warah KKM

  1. Bendahara

a.      Bertanggungjawab terhadap pengelolaan keuangan KKM

b.      Menerima, menyimpan, dan mengeluarkan dana KKM berdasarkan

persetujuan dari ketua KKM

c.      Membukukan penerimaan dan pengeluaran keuangan KKM

d.      Membuka nomor rekening KKM bersama-sama dengan ketua KKM

e.      Membuat LPJ keuangan KKM yang akan disampaikan pada

musyawarah KKM

  1. Bidang Keagamaan, PHBI dan PHBN

a.     Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan program-program di bidang keagamaan dalam pelaksanaan Peringatan Hari Besar Islam dan Peringatan Hari Besar Nasional

b.     Membuat LPJ pelaksanaan program-program di bidang keagamaan dalam pelaksanaan Peringatan Hari Besar Islam dan Peringatan Hari Besar Nasional yang disampaikan dalam forum musya-warah KKM.

  1. Bidang Seni Budaya dan IPTEK

a.      Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan program-program di bidang Seni Budaya dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

b.      Membuat LPJ pelaksanaan program-program di bidang di bidang Seni Budaya dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi  (IPTEK) yang di sampaikan dalam forum musyawarah KKM

C.    Masa Jabatan dan Mekanisme Pemilihan

1.     Masa jabatan

a.      Masa jabatan ketua KKM disesuaikan dengan masa jabatan kepala  MI Negeri Bulusari.

b.      Masa jabatan wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, dan    pengurus bidang adalah 2 (dua) tahun

c.      Pengurus yang masa jabatannya sudah habis bisa dipilih kembali jika disetujui oleh forum musyawarah KKM

2.     Mekanisme Pemilihan

a.      Jabatan ketua KKM adalah otomatis berasal dari kepala MI Negeri Bulusari

b.      Jabatan wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, benda-hara, dan   pengurus bidang dipilih oleh forum musyawa-rah KKM berdasarkan musyawarah dan mufakat, atau melalui jalan voting

PROGRAM KERJA KKM

Dengan memperhatikan visi, misi, strategi, tujuan, dan moto yang sudah dijelaskan di depan, maka program kerja KKM Kec. Gempol untuk periode 2011/2012 adalah sebagai berikut:

A.    Program Umum

1.      Mengadakan rapat bulanan di minggu pertama.

2.      Mengadakan tabungan bulanan dan iuran wajib bulanan sebesar Rp.  20.000.

3.      Pengadaan ruang secretariat KKM.

4.      Mengadakan kelengkapan kesekretariatan.

5.      Membuat jaket dan seragam KKM.

6.      Mencetak buku kerja kepala

7.      Rapat Kerja tahun 2010.

8.      Studi banding/studi tour.

B.    Program Per Bidang

1.     Bidang Keagamaan, PHBI dan PHBN

a.      Mengaktifkan KKG MI, KKG NIP, KKG Profesional khususnya untuk maple UN

b.     Menyusun disain kurikulum kelas VI khususnya mata pelajaran

yang  di-UN-kan dan bedah SKL sebagai bentuk strategi meraih sukses UN.

c.      Penyusunan buku latihan soal-soal try out dan UN.

d.      Mengadakan workshop penulisan LKS yang Islami, kreatif, dan  efektif. out dan UN.

h.     Menerbitkan buku dialog bahasa Inggris dan Arab.

3.     Bidang Pengembangan SDM

a.      Pelatihan tenaga TU dan Bendahara.

b.      Mengadakan pelatihan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM)

c.      Mengadakan pelatihan manajemen pendidikan bagi kepala sekolah

d.      Mengadakan pelatihan motivasi bagi guru dan kepala madrasah.

e.      Mengadakan lomba pembuatan media dan alat peraga pembelajaran agama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AD/ART dan Job Discription KKMI Kecamatan Kembangbahu

Petunjuk Teknis Kelompok Kerja Madrasah (KKM)

Visi, Misi dan Tujuan KKMI Kembangbahu